News

Update informasi

Berikut ini Persyaratan mengajukan Kpr Perumahan Bersubsidi Pemerintah 

Daftar Rumah Subsidi Pemerintah 2018

Berikut ini Persyaratan mengajukan Kpr Rumah Subsidi Pemerintah

Pemerintah bergegas menyediakan rumah yang relatif murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di berjenis-jenis provisi melalui Program Sejuta Rumah sejak tahun 2015. Dengan uang muka 1% dan angsuran Rp 800 ribu – Rp 1,3 juta, rumah seluas 25 m2 dengan luas tanah 60 m2 sudah bisa dihuni.

Bagi beberapa masyarakat, memiliki rumah sendiri masih sebatas hasrat. Harga rumah terus menjulang tak terjangkau oleh pendapatan yang mereka terima.

Ada beberapa unsur yang membuat harga rumah makin mahal. Pertama merupakan inflasi, elemen ini bisa membikin harga rumah terkerek naik sekitar 10% tiap-tiap tahunnya. Kedua, kebutuhan akan rumah yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kesejahteraan. Sebagai kebutuhan primer, masyarakat akan memprioritaskan rumah secara khusus dahulu sebelum berpaling pada kebutuhan lain. Di lain sisi, sebagian masyarakat juga memperhatikan rumah sebagai sarana investasi. Ketiga, kurangnya penyediaan rumah lantaran tingginya harga tanah dan susahnya mendapatkan lahan.

Beraneka elemen tersebut membuat backlog atau selisih pasokan dan permintaan rumah, sekarang menempuh 13,5 juta unit. Di sisi lain keperluan rumah baru yang bersumber dari pertumbuhan penduduk dan urbanisasi setiap tahunnya mencapai sekitar 800 ribu unit. Sementara keperluan rumah yang bisa dipenuhi cuma sekitar 400 ribu sampai 500 ribu unit.

Hasilnya backlog terus naik, sehingga ada kekurangan sebesar 400.000 ribu unit setiap tahun. Kecuali itu, ada rumah yang tidak layak huni, sebanyak 3,4 juta dan tempat kumuh perkotaan sekitar 38.000 hektar. Susahnya mengatasi backlog ini lantaran kian mahalnya harga lahan, meningkatnya tarif kontruksi, suku bunga, dan tingginya uang muka.

Akhirnya, bagi masyarakat berpenghasilan rendah, jangankan membeli tunai, membayar uang muka dan mencicil bulanan saja tak cakap. Mereka akibatnya terpaksa mengontrak, yang tentu akan menggerus pendapatan. Kalau situasi tersebut dibiarkan, mereka akan kian sulit memiliki rumah sendiri.

Untuk menuntaskan keadaan sulit di atas dan memberi akses bagi MBR mendapatkan rumah, pemerintah telah mencanangkan Program Sejuta Rumah.

Penggagas program tersebut telah dilegalkan oleh Presiden Joko Widodo di Ungaran, Jawa Tengah, pada 29 April 2015. Program ini tersebar di berbagai provinsi adalah DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Riau, dan Sulawesi Selatan.

Program sejuta rumah menawarkan uang muka yang benar-benar ringan dan kreditan bulanan yang terjangkau. Dengan membayar uang muka 1% dari dan angsuran ringan yang besarnya tergantung pada jangka waktu pelunasan, masyarakat dapat lantas menghuninya.

Untuk tahun 2017, pembangunan rumah murah bersubsidi ini terus digulirkan dan dipercepat. Pada (4/5/2017), Presiden Jokowi sudah meresmikan pembangunan rumah murah untuk MBR di Villa Kencana, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Di tempat ini telah terbangun 4.105 unit rumah tapak dari rencana 8.749 unit rumah di atas lahan 105 ha

Program satu juta rumah juga merambah Balikpapan, Kalimantan Timur. Kamis (13/7/2017), proyek tersebut dilegalkan Presiden Jokowi. “Ini perumahan yang disubsidi pemerintah, bagus yang disubsidi uang muka ataupun yang disubsidi bunga. Jadi ini rumah dengan DP 1 persen betul-betul,” kata Jokowi.

Di perumahan Pesona Bukit Batuah yang terletak di Kecamatan Balikpapan Utara ini sudah dibangun 500 unit rumah tapak dari total sasaran sebanyak 4.000 unit. “Harganya tadi aku tanyakan ke pembeli Rp 128-135 juta. Cicilannya tergantung. Jikalau 10 tahun Rp1,3 juta kaprah-kaprah, jika 15 tahun Rp 1,050 juta, kalau 20 tahun Rp 780 ribuan. Ini per bulan, jadi untuk masyarakat aku kaprah subsidi yang kita berikan amat membantu,” jelas Presiden.

Benar kata Presiden, angsuran yang relatif ringan itu betul-betul menolong. Dengan pendapatan Rp 3 – Rp 4 juta per bulan dan angsuran Rp 1 juta per bulan fixed, karenanya besar angsuran akan berkisar 30% dari pendapatan. Sehingga kebutuhan rumah tangga lain masih dapat dipenuhi dengan sisa pendapatan. Apalagi dengan bunga tetap, tentu kreditan akan kian ringan.

Langkah nyata pemerintah hal yang demikian yaitu amanat undang-undang dasar dan undang-undang yang diwujudkan oleh pemerintah. Hukum itu terkandung di dalam UUD 1945 pasal 28H dan UU nomor 1 tahun 2011 seputar Perumahan dan Wilayah Permukiman, serta UU nomor 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun.
Bergulirnya pembangunan sektor properti atau perumahan memiliki imbas turunan yang luas, termasuk penciptaan lapangan kerja yang tinggi. Semenjak ini lantaran sektor ini berkaitan dengan 170 industri sektor lainnya.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan sebagai integrator Program Sejuta Rumah, pihaknya akan terus menyokong pemenuhan keperluan akan perumahan di Indonesia. Dalam proyek perumahan ini, Bank BTN tidak cuma berperan sebagai pemberi kredit pemilikan rumah (KPR), namun juga menyalurkan kredit konstruksi bagi pengembang.

“Kami terus berupaya memberikan fasilitas kredit tidak hanya bagi nasabah perorangan tapi juga bagi para pengembang untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat kelas menengah ke bawah,” terang Maryono dalam peresmian Villa Kencana Cikarang, Bekasi, Kamis (4/5/2017).

Seluruh diluncurkan pada 2015 sampai kuartal I/2017, nilai kredit perumahan yang sudah disalurkan Bank BTN dalam rangka menyokong Program Sejuta Rumah mencapai sekitar Rp144,37 triliun. Dukungan Bank BTN dalam Program Sejuta Rumah tersebut juga tersebar di seluruh Indonesia. Di Jawa seumpama, mulai April 2015 hingga kuartal I/2017, Bank BTN sudah menyalurkan KPR dan kredit konstruksi untuk 851.204 unit rumah atau senilai Rp103,82 triliun. Di Sumatera, Bank BTN mengucurkan kredit perumahan senilai Rp19,42 triliun untuk 235.226 unit rumah. Bank dengan kode emiten BBTN ini malahan tercatat mengucurkan kredit perumahan untuk 116.787 unit rumah senilai Rp9,77 triliun di Kalimantan.

Lalu, di Sulawesi, tercatat ada 97.672 unit rumah yang mendapatkan kucuran kredit perumahan dari Bank BTN atau seimbang Rp7,18 triliun. Di Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat, Bank BTN juga menyalurkan kredit perumahan senilai Rp 3,44 triliun untuk 33.851 unit rumah. Kemudian di Papua, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan senilai Rp722 miliar untuk 6.642 unit rumah.

Upaya pemerintah menyediakan rumah bagi MBR ini sekalian menjadi bukti kongkrit bagaimana mewujudkan butir ke-5 Pancasila: Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia secara berjenjang dan berkesinambungan.

Refernsi:
www.Perumahansubsidi.com
www.SejutaRumahSubsidi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.